Senin, 07 Februari 2011

Pertemuan Pertama dengan Sota

Minggu pertama menjadi masa perkenalan bagi empat belas pesrta K2N UI Merauke 2010. Sota merupakan suatu daerah dari Kabupaten Merauke yang berbatasan langsung dengan negara Papua Nugini, dan oleh sebab itu sota dipilih menjadi tempat K2N UI Merauke 2010. Daerah perbatasan ini memiliki keunikan dari daerah-daerah lain di Indonesia. Banyak hal yang kita temui di Sota dan tidak akan pernah kita temui di tempat lain di Indonesia. Begitu unik daerah ini hingga seluruh memori tentang daerah ini terkenang manis di benak para peserta K2N UI Merauke. Distrik Sota begitulah panggilan akrab dari daerah ini.

Bermodal sepeda, para peserta melakukan adaptasi awal dengan mengelilingi Distrik Sota sambil menyapa masyarakat setempat "Kring Kring Kring". Distrik Sota memiliki 6 jalur A dan 6 Jalur B. Jalur dapat disamakan dengan Jalan di Pulau Jawa. Jika di Pulau Jawa ada Jalan Setia Budi, Jalan Manggis, atau Jalan H. Tohirin. Namun, di Distrik Sota nama Jalan diganti dengan Jalur yaitu Jalur 1, Jalur 2, hingga Jalur 6. 6 jalur tersebut dipisahkan dengan dua jalan besar, di sebelah kiri jalan disebut Jalur B dan di kanan jalan disebut Jalur A. Sehingga dapat diketahu bahwa di Distri Sota terdapat Jalur 1 A dan Jalur 1 B, Jalur 2 A dan Jalur 2 B, hingga Jalur 6A dan Jalur 6B. 
 
Masing-masing jalur memiliki gapura yang dihias sederhana dengan cat berwarna merah dan putih. Tak jarang dihiasi dengan gambar yang berbau nasionalisme seperti gambar garuda atau nama dari sebuah kelompok bersenjata RI misalnya, Yonif 753 Cendrawasih. Begitu luasnya Distrik Sota hingga masing-masing rumah memiliki taman yang begitu luas, oleh karenanya jarak dari satu rumah ke rumah yang lain dapat dikatakan cukup jauh. Oleh karena itu, para peserta sangat bersyukur telah diberikan bantuan berupa sepeda dari Bapak Bupati.
Kring kring kring, selama satu minggu berkeliling dan melakukan berbagai macam kegiatan, peserta pun mendapat berbagai informasi mengenai keadaan Distrik Sota secara fisik maupun sosial kemasyarakatan. 

Distrik Sota yang telah banyak dihuni oleh orang Jawa dan keturunan Jawa yang lahir di Merauke atau dikenal dengan sebutan "JaMer" alias Jawa Merauke ini hanya memiliki, 1 Taman Kana-kanak, 1 Sekolah Dasar, 1 Madrasah, 1 SMP, dan 1 STM. Untuk fasilitas kesehatan hanya terdapat 1 Puskesmas saja, sedangkan untuk fasilitas peribadatan terdapat 1 Masjid dan beberapa Gereja. Untuk fasilitas hiburan Distrik Sota hanya memiliki sebuah taman. Taman ini bukan taman biasa, melainkan suatu taman yang mengantar pengunjung kepada sebuah tugu kecil menandakan batas Negara Indonesia bagian Timur. 

Taman ini sering dikunjungi oleh masyarakat Merauke, wisatawan lokal yang berasal dari berbagai penjuru di Indonesia, bahkan wisatawan internasional. Sebelum memasuki taman perbatasan, pengunjung diwajibkan melapor pada petugas yang berwajib yaitu Angkatan Bersenjata RI yang sedang ditugaskan di Distrik Sota pada saat itu adalah Yonif 753 Cendrawasih. Setelah melapor dan diperiksa oleh anggota bersenjata barulah pengunjung dapat memasuki area taman perbatasan melewati gapura besar bertuliskan "Good Bye and See You Again Another Day". Taman tersebut menjadi pintu utama masyarakat Distrik Sota dan Papua Nugini untuk berlalu-lalang meunuju atau meninggalkan Distrik Sota. Fasilitas di taman perbatasan tersebut tidak banyak, hanya terdapat 1 kios bakso, 3 atau 4 bale-bale, 1 toilet umum, dan taman bermain yang luas. Setelah taman tersebut terdapat lahan kosong yang tidak boleh dibangun yang berfungsi sebagai area bebas perbatasan negara. Tanda yang menjadi pembatas dua negara antara Indonesia dan Papua Nugini hanya sebuah tugu kecil yang tidak dihias. Inilah yang menjadi hal unik yang hanya ada di Distrik Sotadan tidak dapat ditemukan di daerah lain di Indonesia.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar